Saturday, September 17, 2011

by The Cross I will stay

For He changed me completely, a new life is mine, that is why by the cross I will stay.

Ya, bait dari sebuah lagu yang kembali mengingatkan mengapa saya bertahan, mengapa saya harus bertahan, untuk apa saya bertahan. Dan mengapa saya harus belajar mati-matian, harus bekerja mati-matian.

Semoga di momen ini, saya benar-benar tersadar dan bangun. Tidak hanya sekedar momen manis belaka tanpa arti.

Thursday, August 25, 2011

A Little Complication

I really am sorry.
I was lonely, and you were there.
If I knew, I would never let that terrible thing happened.
You know, that it still haunts me every time i close my eyes.

I don't know what I've to do to make this mess stops crawling in my head.
Cry won't help. I've tried that.
It's still stuck, and it sucks.

Hell yeah, I'm screwed up.



I agree what you've been doing is the best way to control the air.
Avoid the meetings, keep the chains on the door, and be invisible.
Ahh you know we're good on that.


OK. Let's get separated, and walk on our own way.
I'm not good for you,
and you neither.
So,
bye.

Friday, August 19, 2011

Saya tidak akan lomba makan kerupuk tahun depan

Rumah Alm. W. R. Soepratman sempat digadaikan untuk menjadi minimarket - Topik Siang, ANTV, 17 Agustus 2011


Bagaimana perasaan Anda ketika mendapat berita tersebut?
Well, mungkin seperti saya yang tiba-tiba saja terperanjat mendengarkan berita macam itu. Hingga saat ini yang sudah 'basi' terdengar adalah seputar hidup para veteran yang hidupnya tak terurus. Namun, untuk urusan yang satu ini, saya rasa saya tidak akan mengikuti lomba makan kerupuk lagi tahun depan.

Bagaimana tidak. Para veteran dengan status masih hidup saja belum masuk dalam daftar serius pemerintah, apalagi yang sudah tiada. Mungkin kursi pemerintah terlalu empuk hingga terlalu sayang untuk dilepaskan untuk sekedar meraih list veteran yang terombang-ambing pangan papannya. Atau mungkin para pejabat itu sibuk menjahit kantong celana dan jas agar tidak cepat bolong ketika menyusupkan segelintiran receh.
Ah.. tahu apa saya ini. Yang saya tahu hanyalah pemerintah adalah orang-orang super sibuk yang tidak punya waktu untuk tetek bengek seperti itu. Saya rasa lagu "Yang lalu biarlah berlalu" oleh Utopia band merupakan lagu favorit para pejabat.

Lalu apa hubungannya dengan tidak akan lomba makan kerupuk?
Jelas sangat berhubungan. Coba pikir, untuk apa berlomba-lomba lalu kegirangan bukan kepalang dan menari-nari di atas tanah yang para veteran tersebut perjuangkan. Masih punya mukakah kita? Kita hanya tahu: "Oh hebat ya para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan". Tapi kita tidak pernah mengerti betapa HEBATNYA mereka itu memperjuangkan tanah yang baru saja kau loncati dan SELURUH TANAH AIR ini. Tahukah kau bahwa mereka pernah meregang nyawa? Tahukah kau bahwa mereka pernah membawa peluru di dada sambil berlari? Tahukah kau bahwa anak istrinya setiap hari berdoa agar mereka tidak mati di medan perang?

Tentu kau tidak pernah tahu. Begitu juga aku. Aku. Kau. Kita tidak pernah bisa punya muka untuk sekedar menghormati mereka setelah apa yang kita perbuat.
Pertanyaan paling sederhana: Seberapa sering Anda mengunjungi museum?



Hanya senyum miris yang bisa terbesit di wajah ini. Bagaimana ibu pertiwi tidak menangis sejadinya. Melihat muka anaknya yang sudah tak tahu lagi mau ditaruh mana menghadapi dunia yang tengah menertawakan kita. Ya, kita tunggu saja gelagak tawa tersebut di seluruh Asia Tenggara ketika tahun 2015. Dan tawa terbahak-bahak di tahun-tahun berikutnya, apabila bangsa ini tidak segera bangun dan mencuci muka.






"Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri" - Bung Karno
 


Sehari setelah kemerdekaan,
18 Agustus 2011

Saturday, June 25, 2011

it was a charming night

it was a charming night..
yeah..
tinggal menghitung hari saja hingga saya benar-benar meninggalkan tempat yang selama 6 bulan terakhir ini membiayai uang jajan saya.
ya.. tepat di akhir bulan Juni nanti, saya telah resign dari kantor itu.
Tanpa bernangis-nangis ria, tentunya banyak kenangan INDAH bersama setumpuk pekerjaan yang menghalangi jalan pulang hingga pukul 22.00 WIB terkadang.
Momentum yang paling diingat adalah keceriaan dan tertawa kecil hingga ngakak yang meledak di sela-sela pekerjaan yang memburu kami. Bagaimana kami bingung dan terbengong bersama menghadapi kertas Purchase Order yang tidak tahu cara untuk memprosesnya. Bagaimana kami menyantap hidangan lembur hampir setiap harinya.. fiuhh..

Dan 2 hari yang lalu sepulang kantor - padahal baru pk 18.00. Horee! Pulang cepat!! - malam yang terasa lebih panjang itu dipilih sebagai hari yang paling pantas untuk menghabiskan waktu dengan makan malam bersama. Kali ini ga pake judul lembur.

Setelah dibereskan seluruh makanan yang ada di piring dan have a little chat, bergegaslah kami pulang ke tempat bernaung masing-masing. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya dimana kami terlalu bingung dengan keputusan akan memakai mobil yang mana, hari itu kami telah tahu dengan pasti mobil mana yang akan kami pakai.
Yap! Mobil merah saja! Lebih bagus lagi kalau ada hiasan B 01 Grogol - M. Angke.
Romantika malam itu langsung terpancar dari nyala lampu (baca: bohlam) tengah mobil yang remang-remang menyinari setiap daripada kami. Seakan kesunyian itu merupakan percakapan terindah yang pernah ada. Semilir angin yang masuk melalui sela-sela jendela pun menyuarakan isi hati yang tak pernah diucapkan.

Ya, tenang saja kawan. Ku tak akan pernah lupa dengan memori kita. Ku tak akan lupa dengan malam romantis itu. Kenangan itu terlalu manis untuk dilupakan begitu saja.

Ku tak akan ucapkan selamat tinggal, namun ku harap akan selalu ada kesempatan untuk bertemu lagi di lain waktu.

See you.

Saturday, June 11, 2011

takut

bagaimana diri ini bisa tak ciut?
bagaimana diri ini bisa tak takut?
dari cara mereka memandang, ku tau mereka sedang melihat ke arah ku.

ya.. Ku tau ku berbeda. Ku tak sama.
tapi hati ini tak pernah salahkan mereka.
hanya otak yang lemah ini sedang bekerja membayangkan siapa dalang dibalik semua hingga perbedaan menyakitkan ini bisa terjadi.

ya. sudah pasti dia.
ku tak pernah setuju dengan rencana sadis miliknya.
juga semua orang.
pembantaian itu. terlalu menyakitkan bagi semua.

jangan salahkan kami bila hingga saat ini ada di antara kami yang sakit hati dengan kalian.
maafkan kami bila terkadang ada di antara kami yang masih sakit hati dengan kalian.



"maaf, situ Tionghoa ya?"



11 June 2011